Teks keterangan foto : Pimpinan Kloter 2, Jul Karman Tanjung, memberikan keterangan kepada awak media terkait peningkatan pelayanan haji tahun 2026 di Madinah dan Makkah, evaluasi layanan di Mina, serta perkembangan kondisi dan pemulangan jamaah Kloter 2 asal Langkat di Asrama Haji Medan, Rabu (3/6/2026). (Bidik Nasional/Syafii Harahap)Medan, (Bidik Nasional) – Pimpinan Kloter 2 Jul Karman Tanjung, mengapresiasi peningkatan kualitas (PPIH) pelayanan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 yang dirasakan langsung oleh Jamaah selama berada di Madinah dan Makkah, Arab Saudi.
Saat memberikan keterangan Pers kepada awak media Rabu Sore 3/6/2026, Jul Karman menyampaikan bahwa secara umum layanan yang diberikan kepada jamaah haji tahun ini menunjukkan banyak kemajuan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Peningkatan tersebut, menurutnya, terlihat dari aspek pelayanan, fasilitas, hingga respons cepat petugas dalam membantu kebutuhan jamaah.
“Alhamdulillah, kami melihat pelayanan haji tahun ini sangat baik. Ada banyak peningkatan, baik di Madinah maupun di Makkah.
Jamaah juga merasakan perubahan yang cukup signifikan, terutama dari segi pelayanan dan kesigapan petugas dalam membantu jamaah,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi pelayanan yang diberikan saat puncak pelaksanaan ibadah haji di Arafah. Menurutnya, petugas haji bekerja maksimal dalam mendampingi dan melayani jamaah sehingga pelaksanaan wukuf dapat berlangsung dengan baik.
Meski demikian, Jul Karma Tanjung mengakui masih terdapat sejumlah kendala di Mina, terutama terkait keterbatasan ruang dan kapasitas tempat yang tersedia bagi jamaah.
“Kalau masih ada kendala, itu terutama di Mina karena faktor keterbatasan tempat. Namun secara keseluruhan pelayanan berjalan cukup baik,” katanya.
Terkait kondisi jamaah, Sultan Tanjung menyampaikan bahwa dari Kloter 2 Asal Langkat yang Berjumlah 358 Jamaah terdapat satu jamaah yang wafat di Tanah Suci, yakni almarhumah Hajah Nadhiroh Sirajuddin dengan nomor manifes 233.
Selain itu, satu jamaah lainnya atas nama Hajah Wagini hingga saat ini masih menjalani perawatan intensif di Unit Perawatan Intensif (ICU) Rumah Sakit King Abdul Aziz, Makkah, sehingga belum dapat dipulangkan bersama rombongan.
“Selain dua kondisi tersebut, secara umum jamaah dalam keadaan sehat, meskipun sebagian besar merupakan jamaah lanjut usia,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pada penyelenggaraan haji tahun ini pemerintah menerapkan kebijakan khusus bagi jamaah lanjut usia sebagai bagian dari upaya perlindungan dan menjaga keselamatan jamaah.
Melalui program tersebut, jamaah lansia tidak lagi diwajibkan bermalam (mabit) di Muzdalifah dan langsung diberangkatkan dari Arafah menuju Mina.
Menurutnya, kebijakan tersebut cukup membantu jamaah lanjut usia dalam menjalankan rangkaian ibadah haji dengan lebih nyaman dan aman.
Sementara itu, terkait proses kepulangan jamaah ke Tanah Air, Pimpinan Kloter 2 Jul Karman Tanjung menjelaskan bahwa rombongan tiba di bandara sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Namun, proses masuk ke ruang tunggu bandara membutuhkan waktu cukup lama karena tingginya volume jamaah dari berbagai negara yang pulang pada waktu bersamaan.
“Kami tiba di bandara tepat waktu sesuai jadwal. Namun proses masuk ke ruang tunggu cukup lama karena antrean sangat padat. Banyak jamaah dari berbagai negara yang juga melakukan kepulangan pada waktu yang sama sehingga terjadi penumpukan antrean,” jelasnya.
Meski menghadapi kendala antrean, proses pemulangan jamaah secara keseluruhan berjalan lancar dan tertib. Jul Karman Tanjung berharap seluruh jamaah yang masih berada di Arab Saudi, termasuk yang sedang menjalani perawatan, dapat segera kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat dan berkumpul kembali bersama keluarga.
(Syafii Harahap)



















Tidak ada komentar:
Posting Komentar