• Jelajahi

    Copyright © BIDIK NASIONAL
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Prowan



    Adv

    Iklan

    Medan Fashion Culture Festival 2026 Resmi Ditutup, Kadis Pariwisata Odie Anggia Batubara Dorong Fashion dan Budaya Jadi Daya Tarik Pariwisata

    RADAR MEDIA
    , 12:36:00 PM WIB Last Updated 2026-10-19T06:27:28Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    Medan Fashion Culture Festival 2026 Resmi Ditutup, Kadis Pariwisata Odie Anggia Batubara Dorong Fashion dan Budaya Jadi Daya Tarik Pariwisata


    Keterangan foto: Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan, Odie Anggia Batubara, saat menyampaikan pidato penutupan Medan Fashion Culture Festival (MFCF) 2026 di Atrium Sun Plaza Medan, Minggu (18/10/2026), mewakili Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas.


    bidiknasional.online

    MEDAN – Medan Fashion Culture Festival (MFCF) 2026 resmi berakhir pada Minggu (18/10/2026) di Atrium Sun Plaza Medan Jalan KH. Zainul Arifin No. 7, Kelurahan Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Penutupan dilakukan Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan, Odie Anggia Batubara, mewakili Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, sekaligus menandai berakhirnya ajang yang memadukan fashion, budaya, seni, dan kreativitas generasi muda.


    Festival ini menghadirkan berbagai kompetisi, mulai dari Fashion Show, Photography Competition, Reels Competition, hingga Fashion Sketch Competition. Keempat kategori tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk menunjukkan kreativitas dan kemampuan di bidang fashion, fotografi, desain, serta produksi konten digital.


    Penutupan yang dirangkai dengan pengumuman pemenang berlangsung meriah. Para peserta berkesempatan memperlihatkan karya dan kemampuan terbaik mereka di hadapan pengunjung pusat perbelanjaan tersebut.



    Fashion dan Budaya Berpotensi Perkuat Pariwisata Medan

    Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan, Odie Anggia Batubara, mewakili Pemerintah Kota Medan menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan MFCF 2026.


    Festival ini diharapkan dapat memperkuat posisi Kota Medan sebagai kota yang memiliki potensi besar dalam pengembangan fashion, seni, budaya, dan industri kreatif.


    Sebagai kota multikultural, Medan memiliki keberagaman budaya yang dapat menjadi sumber inspirasi bagi para desainer dan pelaku industri kreatif. Perpaduan unsur tradisional dengan inovasi modern berpeluang melahirkan karya yang memiliki identitas lokal sekaligus daya saing lebih luas.


    Pengembangan potensi tersebut juga membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas kreatif, dan generasi muda agar kekayaan budaya tidak hanya menjadi identitas daerah, tetapi turut memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat ungkap Odie



    Empat Kompetisi Tampilkan Kreativitas Peserta

    Dalam kategori Fashion Show, peserta menampilkan kemampuan memperagakan busana dengan karakter, kepercayaan diri, dan daya tarik visual. Sementara itu, Photography Competition memberikan ruang bagi fotografer untuk mengabadikan berbagai objek melalui karya yang mengedepankan kreativitas dan nilai artistik Ujar Odie Anggia Batubara


    Kategori Reels Competition mendorong kreator konten menghasilkan video pendek yang menarik untuk memperkenalkan fashion dan budaya melalui platform digital. Adapun Fashion Sketch Competition menjadi wadah bagi desainer muda untuk menuangkan ide dan imajinasi ke dalam rancangan busana.


    Rangkaian kompetisi tersebut memperlihatkan bahwa industri fashion memiliki keterkaitan dengan berbagai subsektor ekonomi kreatif, termasuk desain, fotografi, produksi konten digital, dan promosi budaya.


    Pengumuman para pemenang menjadi salah satu agenda utama dalam penutupan festival. Namun, lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini diharapkan dapat membuka kesempatan bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan, memperluas jejaring, dan meningkatkan kualitas karya tambahnya



    Peluang Pengembangan Ekonomi Kreatif

    Penyelenggaraan MFCF 2026 juga berpotensi menjadi sarana promosi bagi desainer lokal, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta komunitas kreatif di Kota Medan.


    Melalui kegiatan yang menggabungkan fashion dan budaya, produk lokal dapat memperoleh ruang untuk dikenal lebih luas. Di sisi lain, festival semacam ini berpeluang mendukung sektor pariwisata dengan menghadirkan kegiatan kreatif yang menarik minat masyarakat dan pengunjung.


    Meski demikian, keberlanjutan program, perluasan akses bagi pelaku usaha lokal, serta pembinaan talenta muda menjadi faktor penting agar manfaat kegiatan tidak berhenti pada penyelenggaraan festival semata.


    Dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Kota Medan dan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan diperlukan untuk mendorong kreativitas menjadi peluang usaha, memperkuat identitas budaya, serta meningkatkan daya saing industri kreatif daerah.


    Berakhirnya Medan Fashion Culture Festival 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperluas kolaborasi dan melahirkan inovasi baru. Dengan pengembangan yang konsisten, fashion dan kekayaan budaya dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat daya tarik pariwisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif Kota Medan. (Syafii)

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini

    NamaLabel

    +