• Jelajahi

    Copyright © BIDIK NASIONAL
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Adv

    Iklan

    Diduga Diskriminatif terhadap Wartawan, Kasat Narkoba Ismail Pane Disorot Usai Pembagian Uang Diduga Tak Transparan

    RADAR ADMIN
    Rabu, 20 Mei 2026, Mei 20, 2026 WIB Last Updated 2026-05-20T08:17:56Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    MEDAN, (Bidik Nasional) – Sikap oknum bernama Arny Staf Honor PHL yang diduga berasal dari lingkungan Satuan Reserse Narkoba Polres Binjai Jalan Sultan Hasanuddin No. 1, Kelurahan Satria, Kecamatan Binjai Kota, Kota Binjai, menjadi sorotan setelah seorang wartawan mengaku mendapat perlakuan berbeda saat pembagian uang kepada awak media berlangsung.


    Peristiwa tersebut disebut terjadi ketika wartawan diminta menunggu dan mengantre usai di foto KTA Wartawan oleh seorang perempuan bernama Arny staf Honor PHL Satuan reserse Narkoba yang disebut mengatur pembagian. Namun setelah menunggu sekitar 20 menit, wartawan tersebut justru mendapat jawaban mengejutkan. Rabu siang 20 Mei 2026


    “Sudah habis kuotanya bang,” ujar Arny kepada wartawan yang telah menunggu sejak awal.


    Ironisnya, pada saat bersamaan sejumlah rekan media lainnya disebut telah lebih dulu menerima uang yang dibagikan. Kondisi ini memunculkan dugaan adanya perlakuan diskriminatif dan tebang pilih terhadap insan pers tertentu.


    Nama Kasat Narkoba AKP Ismail Pane SH.MH turut disorot dalam persoalan tersebut karena dianggap bertanggung jawab terhadap situasi di internal satuannya. Sikap yang dinilai tidak profesional itu memicu kekecewaan dan kritik dari kalangan wartawan.


    Sejumlah jurnalis menilai, apabila benar terjadi pembedaan perlakuan terhadap wartawan, maka tindakan tersebut mencederai prinsip kemitraan antara aparat penegak hukum dan media. Hubungan yang seharusnya dibangun atas dasar keterbukaan dan saling menghormati justru dinilai ternoda oleh praktik yang dianggap tidak adil.


    “Kalau memang ada pembagian, jangan ada pilih kasih. Jangan ada wartawan yang disuruh menunggu lama, lalu akhirnya disebut kuota habis, sementara yang lain sudah menerima,” ujar salah seorang wartawan yang enggan disebutkan namanya.


    Saat dihubungi melalui pesan singkat SMS dan WhatsApp seluler terkait dugaan perlakuan diskriminatif terhadap wartawan, Kasat Narkoba Polres Binjai, Ismail Pane, tidak aktif centreng hitam satu belum memberikan penjelasan. Wartawan yang sebelumnya diarahkan untuk menemui Arny justru mengaku dilecehkan sehingga menimbulkan kesan seolah dipermainkan.


    Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kasat Narkoba Ismail Pane terkait dugaan diskriminasi tersebut. Awak media masih berupaya melakukan konfirmasi guna memperoleh penjelasan berimbang atas kejadian itu. 

    (Tim/Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini

    NamaLabel

    +