• Jelajahi

    Copyright © BIDIK NASIONAL
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Adv

    Iklan

    Penutupan Kloter 17 Haji Sumut Berujung Polemik, Dugaan Diskriminasi Rp100 Ribu ke Wartawan Seret Nama Kakanwil Zulkifli Sitorus

    RADAR ADMIN
    Senin, 11 Mei 2026, Mei 11, 2026 WIB Last Updated 2026-05-12T07:36:57Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    Teks Foto : Ruang Jamuan tamu Kantor Kakanwil Kemenhaj Sumut di lingkungan Asrama Haji Medan. (Ahmed) Selasa (12/5/2026)


    Medan, (Bidik Nasuonal) - Penutupan pemberangkatan Jamaah Haji sebanyak 233 pada kloter terakhir 17 Kota Medan, Serdang bedagai, Padang Sidempuan, Kabupaten Deli Serdang, Tapanuli tengah, Labuhan batu, Labura, Labusel di Asrama Haji Medan menuai sorotan dari sejumlah awak media.


    Dugaan perlakuan diskriminatif mencuat setelah adanya pembagian uang sebesar Rp100 ribu yang disebut hanya diberikan kepada wartawan tertentu Saat pemberangkatan kloter terakhir 17 dilaksanakan di Aula Madinatul Hujjaj Asrama Haji Medan (Ahmed)   


    Situasi tersebut memicu kekecewaan di kalangan jurnalis yang selama ini melakukan peliputan kegiatan haji secara rutin.


    Mereka menilai tindakan oknum yang disebut terkait dengan pihak Kakanwil Kemenhaj Sumatera Utara dan pengelola Asrama Haji itu mencederai profesionalitas serta menciptakan kesan pilih kasih terhadap sesama Wartawan.


    Nama Zulkifli Sitorus turut disebut dalam polemik tersebut. Sejumlah wartawan mempertanyakan dasar pemberian uang penutup pemberangkatan kloter terakhir yang diberikan Kakanwil Kemenhaj Sumut Kepada sejumlah Wartawan dinilai tidak dilakukan secara terbuka dan merata.


    “Kalau memang bentuk apresiasi, seharusnya dilakukan transparan dan tidak tebang pilih. Jangan sampai menimbulkan kesan ada wartawan yang diistimewakan dan ada yang diabaikan,” ujar salah seorang awak media yang enggan disebutkan namanya.


    Saat ditemui awak media di lingkungan Asrama Haji Medan, Asisten Kakanwil Kemenhaj Sumut, Hendra, menjelaskan bahwa pemberian uang sebesar Rp100 ribu hanya diberikan kepada wartawan yang namanya ada tercantum dalam daftar penerima.


    “Bang, yang namanya tercantum diberikan Rp100 ribu. Abang dan kakak memang belum ada namanya di daftar di handphone saya, tapi bentar saya hubungi dulu ya bang Kakanwil,” ujar Hendra kepada awak media.


    Selang sekitar lima menit kemudian, Hendra kembali menyampaikan, “Abang juga dapat karena namanya sudah ada. Kakak dan Kawan-kawan lain yang namanya tidak ada di Handphone saya dan tidak tercantum memang tidak diberikan,” ungkapnya pada Selasa pagi (12/5/2026).


    Saat ditanya mengenai identitas lima wartawan lain yang disebut akan menerima uang Rp100 ribu tersebut, Asisten Kakanwil Kemenhaj Sumut enggan memberikan keterangan lebih lanjut dan tidak bersedia menyebutkan nama-nama wartawan yang dimaksud.


    Di tempat terpisah, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, Kepala Kanwil Kemenhaj Sumut di Asrama Haji, Dr. H. Zulkifli Sitorus, MA, membantah adanya unsur pilih kasih dalam pemberian uang tersebut.


    “Bukan pilih kasih. Kemarin itu hanya sekadar untuk pemberangkatan terakhir Kloter 17 yang berlangsung pagi subuh dan dalam kondisi hujan. Insya Allah yang lain nanti akan diperhatikan saat pasca pemulangan,” ungkap Zulkifli Sitorus dengan enteng melalui pesan singkatnya.


    Para jurnalis berharap pihak Kakanwil Kemenhaj Sumut maupun pengelola Asrama Haji Medan memberikan klarifikasi resmi agar persoalan ini tidak berkembang menjadi polemik berkepanjangan di tengah proses Pelaksanaan pelayanan ibadah haji.


    Selain itu, insan pers meminta agar hubungan kemitraan antara lembaga pemerintah dan media tetap dijaga secara profesional tanpa adanya perlakuan diskriminatif terhadap wartawan yang menjalankan tugas jurnalistik di lapangan. (Tim/Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini

    NamaLabel

    +